Picture-In-View

Informasi Seputar Bali

Mengenal Lebih Jauh Tentang Tradisi Adat Makotek / Ngrebeg di Bali

Mengenal Lebih Jauh Tentang Tradisi Adat Makotek / Ngrebeg di Bali -
Tradisi Adat Makotek / Ngrebeg adalah warisan budaya sejak jaman kejayaan kerajaan mengwi yg mempunyai wilayah sampai di Jawa Timur, ngrebeg dilaksanakan tiap 6 bulan sekali setiap saniscara wuku kuningan atau setiap sabtu bertepatan di Hari Raya Kuningan di desa Munggu Kecamatan Mengwi Badung Bali.

Keterangan tersebut berasal dari Video Youtube Tradisi Ngrebeg Munggu yang dapat anda tonton dalam halaman ini.
Tradisi Makotek atau Ngrebeg
Foto dari Wisata Bali
Dikutip dari Wisata Bali tentang Makotek, Merupakan perayaan untuk memperingati kemenangan Kerajaan Mengwi ketika perang melawan Kerajaan Blambangan dari Banyuwangi, Jawa Timur.
Tradisi Makotek sendiri akhirnya sampai sekarang sering diperingati, dengan maksud memohon belas kasihan Tuhan supaya menghindarkan dari wabah penyakit atau segala bahaya yang mengancam kampung Munggu sendiri.
Biasanya sebelum tradisi Makotek dimulai maka para peserta akan lebih dulu melakukan persembahyangan bersama di sebuah pura desa. Kemudian dipercikkan air.

Para peserta Makotek yang ikutpun ada syaratnya yakni tidak diperkenankan jika keluarganya ada yang sedang meninggal atau istrinya melahirkan.

Tradisi ini yang dikutip dari Antara News dalam Taksu Tradisi Makotek, disebut makotek lantaran berawal dari suara kayu-kayu yang saling bertabrakan ketika kayu-kayu tersebut disatukan menjadi bentuk gunung yang menyudut keatas. "Makotek karena timbul dari suara kayu-kayu yang digabung jadi satu, bunyinya tek.. tek.. tek..

Sebenarnya dulu tradisi ini bernama grebek yang artinya saling dorong," jelasnya. Dalam tradisinya, perang makotek ini dilakukan oleh sekitar ratusan kaum laki-laki yang berasal dari Desa Munggu. Mereka rata-rata berumur 13 hingga 60 tahun.
Tradisi Makotek di depan Pura Desa Munggu
Sebelum memulai atraksi ini peserta terlebih dahulu melakukan persembahyangan bersama di Pura desa, dengan dipercikkan air suci. "Atraksi ini ada pantangannya.

Peserta yang ikut tidak boleh ada yang keluarganya sedang meninggal, dan istrinya melahirkan," ujarnya. Dalam permainannya, ratusan kayu-kayu tersebut masing-masing dipegang oleh para laki-laki dengan cara menggabungkan kayu sepanjang 3,5 meter dari pohon pulet hingga membentuk kerucut. Kemudian salah satu dari pemuda yang merasa tertantang pun harus menaiki kayu tersebut hingga berada di ujung dengan posisi berdiri.

Di sisi lain dengan cara yang sama, ratusan orang dengan kayu-kayu tersebut juga disatukan hingga berbentuk kerucut, dan dinaiki oleh salah seorang pemuda. Kedua kelompok dengan masing-masing kayu tersebut kemudian dipertemukan untuk berperang layaknya panglima perang.

Meski cukup berbahaya karena banyak pula yang terjatuh dari ujung kayu, namun tradisi ini tetap dianggap menyenangkan dengan banyaknya orang yang berkali-kali mencoba untuk naik.

Tradisi yang selalu dilakukan pada sore hari tersebut sempat menutup jalan selama beberapa jam ketika tradisi berjalan.

Asal Mula atau Sejarah Pacuan Kerbau atau Mekepung

Asal Mula atau Sejarah Pacuan Kerbau atau Mekepung - ali sebagai salah satu Propinsi di Nusantara Indonesia, masyarakatnya adalah agraris yang terkenal dengan organisasi yang disebut Subak yaitu organisasi yang mengatur tentang pengairan disawah. Masyarakat petani dalam melakukan aktifitas pertanian di sawah dengan memanfaatkan alat-alat tradisional yang paling popular disebut bajak, yang mana dalam pengolahan tanah dibagi dalam tahapan-tahapan kegiatan yaitu untuk menggemburkan tanah memakai bajak tenggala, untuk membersihkan tanah dari gulma-gulma memakai bajak jangkar, untuk melumatkan tanah menjadi lumpur memakai bajak lampit slau, dan terakhir untuk menghaluskan tanah memakai bajak plasah. Setelah permukaan tanah lumpur tersebut halus baru ditanami padi bulih (tanaman pohon padi yang masih muda), yang mana dalam proses aktifitas pertanian di sawah ini masyarakat Bali menerapkan sistim kerja ngajakan (kerja gotong royong/bekerja saling Bantu membantu tanpa imbalan jasa).


Atraksi Mekepung ini hanya ada di belahan Bali Barat yaitu di Kabupaten Jembrana. Mekepung artinya berkejar-kejaran, inspirasinya muncul dari kegiatan tahapan proses pengolahan tanah sawah yaitu tahap melumatkan tanah menjadi lumpur dengan memakai bajak lampit slau. Dalam proses melumatkan tanah, petani sawah bekerja secara gotong royong bersama rekan-rekannya petani sawah termasuk beserta sanak keluarganya dalam mempersiapkan konsumsinya. Bajak lampit slau ditarik oleh dua ekor kerbau dan sebagai alat menghias kerbau maka pada leher kerbau tersebut dikalungi genta gerondongan (gongseng besar) sehingga apabila kerbau tersebut berjalan menarik bajak lampit slau maka akan kedengaran bunyi seperti alunan musik rok (dengan suara gejreng-gejreng), karena bekerja gotong royong maka ada bajak banyak yang masing-masing ditarik oleh dua ekor kerbau yang ditunggangi oleh seorang sais/Joki duduk di atas bajak lampit slau. Dalam kegiatan ini sais tersebut mulai ada yang ingin mengadu kebolehan kerbaunya dalam kekuatan menarik bajak, maka disinilah awal mulanya terjadi mekepung yaitu adu kekuatan kerbau menarik bajak sehingga untuk pertama kalinya adanya atraksi mekepung adalah mekepung di sawah yang berisi tanah lumpur yaitu di Subak Pecelengan Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana – Bali. Lama-kelamaan kegiatan atraksi ini diikuti oleh petani lainnya dan berkebang di wilayah lainnya seperti di Subak Temuku Aya, Subak Tegak Gede dan Subak Mertasari dan kemudian berkebang khusus menjadi Atraksi Mekepung di Sawah yang kegiatannya dilakukan secara bergilir pada saat mulai ada air disawah.

Atraksi Mekepung di sawah ini berkembang sekitar tahun 1930 dan Sais/Jokinya berpakain ala prajurit Kerajaan di Bali jaman dulu yaitu pakai destar, selendang, selempod, celana panjang tanpa alas kaki dan dipinggang terselip sebilah pedang yang memakai sarung poleng(warna hitam putih). Berselang beberapa lama karena setelah selesai atraksi Mekepung di tengah sawah berlumpur para Sais/Joki selalu kotor dilumuri lumpur maka Atraksi Mekepung ini kemudian berkebang menjadi Mekepung di jalan yang ada di Sawah dan atraksi ini berkembang mulai tahun 1960 dengan dibentuk organisasi Mekepung yang terdiri dari dua kelompok yang diberi Nama “Regu Ijo Gading Timur” dengan lambang Bendera warna merah dan kelompok yang berada di sebelah Barat Sungai Ijogading diberi Nama “Regu Ijo Gading Barat” dengan lambang Bendera Warna Hijau . Ijo Gading adalah nama sebuah sungai yang membelah jantung Kota Negara, ibu kota kabupaten Jembrana, menjadi dua bagian yaitu belahan kota sebelah barat sungai Ijo Gading dan belahan sebelah timur sungai Ijo Gading.

Sarana yang dipakai bukan lagi Bajak Lampit Slau melainkan Pedati dengan ukuran sangat mini yang dihiasi dengan ukiran yang sangat menarik para Sais/Joki berbusana tradisional yaitu memakai destar batik, baju tanganpanjang memakai selempod, memakai celana panjang dan memakai sepatu tetapi tidak menyelipkan pedang pada pinggang sehingga Mekepung ini diberi nama “BENHUR JEMBRANA”.


Pengurus Mekepung

Sebagai Pengurus Harian dibentuk pengurus yang namanya Koordinator Mekekpung Kabupaten Jembnrana dengan Koordinator I Wayan Gelgel dari Desa Delodbrawah, sebagai Ketua Regu Ijo Gading Timur (Blok Timur) adalah I Ketut Astawan dari Kelurahan Dauhwaru sedangkan Ketua Regu Ijo Gading Barat (Blok Barat) adalah Wayan Deken dari Desa Manistutu.

Masing-masing Regu membawahi 100 pasang kerbau pepadu (kerbau mekepung) dengan nama masing-masing pasangan kerbau sangat berpariasi seperti ada nama pasangan kerbau Batu Api, Embak Lampir, Hanoman, Gerandong, Nini Pelet, Raden Bentar dan lain-lainnya yang namanya sangat unik. Nama-nama ini sengaja dipilih dari nama-nama yang terdapat pada Legenda-Legenda yang sangat populer dan para Sais/Joki menginkan agar kerbaunnya bisa lebih populer sesuai dengan nama besar lakon legenda tersebut.


Kalender Mekepung

Atraksi Mekepung dilaksanakan setiap hari Minggu dan dapat disaksikan mulai dari bulan Juni sampai dengan bulan Oktober yaitu berupa latihan dan sepuluh kali pertandingan dalam bentuk pertandngan lokal, pertandingan perebutan piala Bupati Cup (Agustus) dan pertandingan perebutan Piala Gubernur Cup (Oktober).

Masyarakat Bali Dalam Kehidupan Beragama Sehari - Hari

Masyarakat Bali Dalam Kehidupan Beragama Sehari - Hari - Sejarah menyatakan, bahwa pada jaman dahulu kala di wilayah Nusantara Indonesia telah berdiri Kerajaan-Kerajaan Besar seperti salah satu di antaranya adalah Kerajaan Majapahit yaitu sebuah Kerajaan penganut Agama Hindu yang merupakan Kerajaan terbesar yang bisa menyatukan seluruh wilayahnya sampai ke Madagaskar. Pada jaman itu sudah ada hubungan dagang dengan Negara Luar Negeri terutama dengan Negeri Campa, yang saat ini Negara Cina. Kerajaan ini bertempat di Jawa Timur, yang pada jaman keemasannya dipimpin oleh seorang Raja yang bernama Hayam Wuruk dengan Patihnya bernama Gajah Mada.

Pada jaman itu perkembangan budaya yang berlandaskan Agama Hindu sangat pesat termasuk di Daerah Bali dan perkembangan terakhir menunjukkan bahwa para Arya dari Kerajaan Majapahit sebagian besar hijrah ke Bali dan di Daerah ini para Arya-Arya tersebut lebih memantapkan ajaran-ajaran Agama Hindu sampai sekarang.

Masyarakat Hindu di Bali dalam kehidupan sehari-harinya selalu berpedoman pada ajaran Agama Hindu warisan para lelulur Hindu di Bali terutama dalam pelaksanaan upacara ritual dalam hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam tetap berlandaskan ajaran-ajaran Agama Hindu dan dalam pelaksanaan Upacara Keagamaan perpatokan pada Panca Yadnya. Yang dimaksud dengan Panca Yadnya adalah : Panca artinya lima dan Yadnya artinya upacara suci yang tulus ikhlas kehadapan Tuhan yang dalam istilah Bali masyarakat Hindu menyebutkan Ida Sanghyang Widi.

Adapun pelaksanaan Panca Yadnya terdiri dari :

1. Dewa Yadnya, yaitu upacara suci kehadapan para dewa-dewa
2. Butha Yadnya, yaitu upacara suci kehadapan unsur-unsur alam
3. Manusa Yadnya, yaitu upacara suci kepada manusia
4. Pitra Yadnya, yaitu upacara suci bagi manusia yang telah meninggal
5. Rsi Yadnya, yaitu upacara suci kehadapan para orang suci umat

Untuk lebih jelasnya mengenai pelaksanaan Panca Yadnya secara simpel dapat diuraikan sebagai berikut :


1. Upacara Dewa Yadnya

Dewa asal kata bahasa Sanskrit “Div” yang artinya sinar suci, jadi pengertian Dewa adalah sinar suci yang merupakan manifestasi dari Tuhan yang umat Hindu di Bali menyebutnya Ida Sanghyang Widhi.
Yadnya artinya upacara suci

Upacara Dewa Yadnya adalah pemujaan serta persembahan kehadapan Tuhan dan sinar-sinar suciNYA yang disebut dewa-dewi.

Adanya pemujaan kehadapan dewa-dewi atau para dewa karena beliau yang dianggap mempengaruhi dan mengatur gerak kehidupan di dunia ini. Salah satu dari Upacara Dewa Yadnya seperti Upacara Hari Raya Saraswati yaitu upacara suci yang dilaksanakan oleh Umat Hindu untuk memperingati turunnya Ilmu Pengetahuan yang dilaksanakan setiap 210 hari yaitu pada hari Sabtu, yang dalam kalender Bali disebut Saniscara Umanis uku Watugunung, pemujaan ditujukan kehadapan Tuhan sebagai sumber Ilmu Pengathuan dan dipersonifikasikan sebagai Wanita Cantik bertangan empat memegang wina (sejenis tasbih), genitri (semacam alat musik) serta lontar bertuliskan sastra ilmu pengetahuan di dalam kotak kecil.



2. Upacara Bhuta Yadnya

Bhuta artinya unsur yang diadakan, sedangkan Yadnya artinya upacara suci.
Kata “Bhuta” sering dirangkaikan dengan kata “Kala” yang artinya “waktu” atau “energi”

Bhuta Kala artinya unsur alam semesta dan kekuatannya.

Bhuta Yadnya adalah pemujaan serta persembahan yang ditujukan kehadapan Bhuta Kala yang tujuannya untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan Bhuta Kala dan memanfaatkan daya gunanya. Salah satu dari upacara Bhuta Yadnya adalah Upacara Tawur ke Sanga (IX) menjelang Hari Raya Nyepi (tahun baru kalender Bali).

Upacara Tawur ke Sanga (IX) adalah upacara suci yang merupakan persembahan kepada Bhuta-Kala agar terjalin hubungan yang harmonis dan bisa memberikan kekuatan kepada manusia dalam kehidupan.


3. Upacara Manusa Yadnya

Manusa artinya manusia
Yadnya artinya upacara suci

Upacara Manusa Yadnya adalah upacara suci dalam rangka pemeliharaan, pendidikan serta penyucian secara spiritual terhadap seseorang sejak terwujudnya jasmani di dalam kandungan sampai akhir kehidupan.

Adapun beberapa upacara Manusa Yadnya adalah :

1.Upacara Bayi Lahir.

Upacara ini merupakan cetusan rasa bahagia dan terima kasih dari kedua orang tua atas kelahiran anaknya, walaupun disadari bahwa hal tersebut akan menambah beban baginya.

Kebahagiaannya terutama disebabkan beberapa hal antara lain :
• Adanya keturunan yang diharapkan akan dapat melanjutkan tugas-tugasnya terhadap leluhur dan masyarakat.
• Hutang kepada orang tua terutama berupa kelahiran telah dapat dibayar.

2. Upacara Tutug Kambuhan, Tutug Sambutan dan Upacara Mepetik.

Upacara Tutug Kambuhan, merupakan upacara suci yang bertujuan untuk penyucian terhadap si bayi dan kedua orang tuanya.
Penyucian kepada si Bayi dimohonkan di dapur, di sumur/tempat mengambil air dan di Merajan/Sanggah Kemulan (Tempat Suci Keluarga).

Upacara Tutug Sambutan (105 hari) dan Mepetik, adalah upacara suci yang tujuannya untuk penyucian Jiwatman dan penyucian badan si Bayi seperti yang dialami pada waktu acara Tutug Kambuhan.
Pada upacara ini nama si bayi disyahkan disertai dengan pemberian perhiasan terutama gelang, kalung/badong dan giwang/subeng, melobangi telinga dan pengguntingan rambut untuk pertama kalinya, apabila keadaan ubun-ubun si bayi belum baik, maka rambut dibagian ubun-ubun tersebut dibiarkan menjadi jambot (jambul)dan akan digunting pada waktu upacara peringatan hari lahir yang pertama atau sesuai dengan keadaan. Upacara pengguntingan rambut ini disebut Upacara Mepetik.

3. Upacara Perkawinan

Bagi Umat Hindu upacara perkawinan mempunyai tiga arti penting yaitu :

3.1. Sebagai upacara suci yang tujuannya untuk penyucian diri kedua calon mempelai agar mendapatkan tuntunan dalam membina rumah tangga dan nantinya agar bisa mendapatkan keturunan yang baik dapat menolong meringankan derita orang tua/leluhur.
3.2. Sebagai persaksian secara lahir bathin dari seorang pria dan seorang wanita bahwa keduanya mengikatkan diri menjadi suami-istri dan segala perbuatannya menjadi tanggung jawab bersama.
3.3. Penentuan status kedua mempelai, walaupun pada dasarnya Umat Hindu menganut sistim patriahat tetapi dibolehkan pula untuk mengikuti sistim patrilinier (garis Ibu). Di Bali disebut kawin nyeburin atau nyentana yaitu mengikuti wanita karena wanita nantinya sebagai Kepala Keluarga.

Upacara Pernikahan ini dapat dilakukan di halaman Merajan/Sanggah Kemulan ( Tempat Suci Keluarga) dengan tata upacara yaitu kedua mempelai mengelilingi Sanggah Kemulan ( Tempat Suci Keluarga ) sampai tiga kali dan dalam perjalanan mempelai perempuan membawa sok pedagangan( keranjang tempat dagangan) yang laki memikul tegen-tegenan(barang-barang yang dipikul) dan setiap kali melewati “Kala Sepetan”(upakara sesajen yang ditaruh di tanah) kedua mempelai menyentuhkan kakinya pada serabut kelapa belah tiga. Setelah tiga kali berkeliling, lalu berhenti kemudian mempelai laki berbelanja sedangkan mempelai perempuan menjual segala isinya yang ada pada sok pedagangan (keranjang tempat dagangan), dilanjutkan dengan merobek tikeh dadakan (tikar yang ditaruh di atas tanah), menanam pohon kunir, pohon keladi (pohon talas) serta pohon endong dibelakang sanggar pesaksi/sanggar Kemulan ( Tempat Suci Keluarga ) dan diakhiri dengan melewati "Pepegatan" ( Sarana Pemetusan ) yang biasanya dipergunakan benang didorong dengan kaki kedua mempelai sampai benang tersebut putus.


4. Upacara Pitra Yadnya (Ngaben )

Pitra artinya arwah manusia yang sudah meninggal.
Yadnya artinya upacara suci.

Upacara Pitra Yadnya adalah upacara suci yang dilaksanakan dengan tujuan untuk penyucian dan meralina ( kremasi) serta penghormatan terhadap orang yang telah meninggal menurut ajaran Agama Hindu.

Yang dimaksud dengan meralina (kremasi menurut Ajaran Agama Hindu ) adalah merubah suatu wujud demikian rupa sehingga unsur-unsurnya kembali kepada asal semula. Yang dimak dengan asal semula adalah asal manusia dari unsur pokok alam yang terdiri dari air, api, tanah, angin dan angkasa. Sebagai sarana penyucian digunakan air dan tirtha (air suci) sedangkan untuk meralina digunakan api pemeralina ( api alat kremasi).



5. Upacara Rsi Yadnya

Rsi artinya orang suci sebagai rokhaniawan bagi masyarakat Umat Hindu di Bali.
Yadnya artinya upacara suci.

Upacara Resi Yadnya adalah upacara suci sebagai penghormatan serta pemujaan kepada para Resi yang telah memberi tuntunan hidup untuk menuju kebahagiaan lahir-bathin di dunia dan akhirat.

Demikian Upacara Panca Yadnya yang dilaksanakan oleh Umat Hindu di Bali sampai sekarang yang mana semua aktifitas kehidupan sehari-hari masyakat Hindu di Bali selalu didasari atas Yadnya baik kegiatan dibidang sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, pertanian, keamanan dan industri semua berpedoman pada ajaran-ajaran Agama Hindu yang merupakan warisan dari para leluhur Hindu di Bali.

Mengenal Pantai Balangan, Spot Surfing Di Bali

 
Mengenal Pantai Balangan, Spot Surfing Di Bali - Pantai Balangan merupakan salah satu lokasi surfing di Bali yang menjadi primadona para peselancar baik pemula maupun profesional. Nama pantai ini memang terasa asing di telinga. Masih sangat jarang wisatawan lokal atau agen travel yang memasukkan Pantai Balangan ini di jadwal tour mereka.
Pantai Balangan adalah pantai berpasir putih bersih yang masih sangat alami yang terletak di daerah Pecatu, Bali tidak jauh dari Pantai Dreamland. Letak pantai ini tersembunyi di bagian selatan pulau Bali. Lokasi pantai ini diapit oleh dua bukit karang yang terjal. Bila air laut surut, pengunjung bisa menyusuri pantai ke arah barat menuju Pantai Dreamland. 

pantai balangan
Indah
Dibandingkan Pantai Kuta yang sudah mendunia dan penuh sesak dengan wisatawan, pantai ini memiliki kondisi pantai yang lebih indah. Keindahan pantai ini dikarenakan masih minimnya wisatawan yang berkunjung kesana.
pantai balangan bali
Pantai Balangan
Di tepi pantai berjejer rapi pohon kelapa yang melambai-lambai terkena hembusan angin pantai yang hangat. Di hamparan pasir putih sepanjang 1 kilometer, wisatawan bisa berjemur di bawah terik matahari atau berteduh di bawah payung-payung yang disediakan oleh penduduk setempat untuk disewa.
pantai balangan bali
Tergerus Ombak
Di atas tebing atau bukit karang terdapat tempat semacam pondok yang biasa digunakan oleh pengunjung untuk menikmati keindahan pantai dari ketinggian. Terlihat jelas bahwa Pantai Balangan ini berada di antara  tebing yang tergerus oleh ombak.
Kebanyakan wisatawan yang berkunjung ke pantai ini selalu memanfaatkan ombak pantai yang cukup besar untuk berselancar atau ada juga yang hanya berenang di tepiannya. Kebanyakan pengunjung di pantai ini adalah turis asing, hanya sedikit terlihat wisatawan lokal berada di pantai ini.
pantai balangan bali
Beratap ilalang
Meskipun letak Pantai Balangan ini tersembunyi, namun untuk fasilitas sudah cukup lengkap. Di tepi pantai terdapat cafe dan restoran-restoran beratap ilalang tempat untuk sobat bersantap. Sedangkan bila ingin bermalam, di sini juga tersedia beberapa penginapan yang siap menyambut sobat. 
Bermalam di tepi pantai dengan teras halaman berupa pasir putih dan birunya laut membuat liburan sobat takkan terlupakan. Untuk menuju ke Pantai Balangan ini, dari Denpasar hanya membutuhkan waktu 30 menit saja. Jadi bila sobat berlibur ke Bali, jangan lupa mampir di Pantai Balangan.

Mengenal Lebih Dekat Desa Trunyan, Pemakaman Unik Di Kintamani

Mengenal Lebih Dekat Desa Trunyan, Pemakaman Unik Di Kintamani - Tak lengkap rasanya bila mengunjungi Kintamani yang terkenal dengan gunung dan danau Baturnya tanpa menyempatkan diri ke tempat yang satu ini. Sebuah tempat yang memiliki eksotisme dan kemistisan yang tiada tara. Desa Trunyan namanya. Berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Desa Trunyan merupakan desa tua, atau sering disebut Bali Aga atau Bali Mula.
Untuk ke Desa Trunyan kita harus menyeberangi danau Batur dengan menggunakan perahu yang disewakan oleh warga sekitar. Perahu tersebut bisa memuat sampai 7 penumpang dengan biaya sewa sekitar Rp 300.000 - Rp 400.000/ perahu pulang pergi.
Dikelilingi Anyaman Bambu
Keunikan dari desa ini adalah cara pemakaman jenazahnya, yang masih terjaga dan lestari sampai sekarang. Disini orang yang telah meninggal tidak dikubur dalam tanah seperti di tempat-tempat lain ataupun dibakar seperti pemakaman "ngaben" yang terkenal di pulau Bali ini, namun tubuh seseorang yang telah meninggal tersebut setelah melalui sebuah prosesi dan dibungkus dengan kain kafan, kemudian diletakkan di atas tanah dan di bawah pohon trunyan dan dikelilingi anyaman dari pohon bambu yang disebut ancak saji, begitu saja sangat sederhana, tanpa dikubur dalam tanah.

Pohon Taru Menyan
Namun sobat tak perlu kuatir dengan bau busuk menyengat yang akan ditimbulkan mayat tersebut. Disini tidak tercium bau busuk sedikitpun, adanya bau harum yang keluar dari pohon trunyan tersebut. Trunyan berasal dari dua kata yaitu "taru" yang berarti pohon dan "menyan" yang berarti harum. Jadi pohon ini berfungsi menyerap bau yang tidak sedap yang dikeluarkan oleh jenazah sehingga tidak tercium lagi bau yang tidak sedap itu.
Tengkorak
Tidak semua jenazah bisa dimakamkan seperti diatas, hanya jenazah yang sudah dewasa dan meninggal secara normal serta tidak cacat yang bisa dimakamkan seperti ini. Untuk jenazah bayi dan meninggal secara tidak normal seperti bunuh diri, dibunuh ataupun kecelakaan dimakamkan di tempat lain.
Desa Trunyan Dilihat Dari Seberang
Memang pemandangan di desa Trunyan ini cukup mengerikan karena disana kita akan melihat secara langsung tengkorak dan tulang - belulang manusia yang diletakkan sedemikian rupa sehingga membuat pemandangan di sekitarnya terlihat seram.
Untuk menuju ke desa Trunyan ini, sobat bisa menempuhnya selama 2 jam perjalanan dari Kota Denpasar menuju gunung Batur di Kintamani. Setelah itu sobat turun menuju ke tepi danau Batur untuk menyeberang dengan perahu yang banyak disewakan disana. Di lokasi gunung Batur ini, banyak pemandu wisata yang menawarkan jasanya untuk memandu pengunjung ke Desa Trunyan, jadi jangan kuatir untuk tidak menemukan tempat ini.

Tempat Belanja Oleh-Oleh Khas Bali

Tempat Belanja Oleh-Oleh Khas Bali - Oleh-oleh merupakan salah satu hal yang wajib dibawa pulang bila kita sedang berlibur. Di Bali, selain wisata alam dan budayanya, hampir semua wisatawan yang berkunjung ke pulau dewata ini selalu menyempatkan diri untuk mampir di tempat belanja oleh-oleh dan menghabiskan sebagian uangnya untuk membawa barang khas Pulau Bali ini.

Sebenarnya di Bali sangat banyak sekali tempat belanja oleh-oleh yang bisa sobat kunjungi, namun kali ini au akan memberikan informasi tentang tempat belanja oleh-oleh terfavorit versi aku sendiri. Berikut tempat belanja oleh-oleh di Bali :

1. Pasar Seni Sukawati

tempat belanja oleh-oleh di bali
Pasar Sukawati
Bila sobat pernah ke Bali, pasti udah tidak asing lagi mendengar nama pasar ini. Pasar Sukowati atau Sukawati terletak di Kabupaten Gianyar sekitar 20 km dari Denpasar dan bisa ditempuh selama 30 menit dari Pantai Kuta. Di pasar ini semua barang untuk oleh-oleh tersedia dengan harga yang sangat murah seperti kaos, gantungan kunci, selendang, ukiran, lukisan dan masih banyak lainnya.

2. Joger

tempat belanja oleh-oleh di bali
Joger
Joger merupakan salah satu tempat belanja oleh-oleh favoritku di Bali. Joger bagi sebagian orang merupakan tempat belanja oleh-oleh yang eksklusif karena produknya tidak ada di tempat lain. Merupakan suatu kebanggaan tersendiri bila bisa mengenakan kaos dari Joger. Joger terletak di Jalan Raya Kuta, letaknya sangat dekat dengan bandara Ngurah Rai.

Joger terkenal akan produknya yang mengandung kata-kata lucu, baik dicetak di kaos, stiker, maupun di gantungan kunci. Selain itu Joger juga menjual tas, jaket, topi, kerajinan tangan dan lain-lain. Harga di Joger lebih mahal dari Pasar Sukowati karena memang Joger sudah memiliki nama besar di Bali dan Indonesia.

3. Toko Agung Bali, Tanah Lot

tempat oleh-oleh di bali
Agung Bali
Mungkin nama ini masih asing di telinga. Namun bila sobat mengunjungi Pura Tanah Lot, mampirlah di tempat belanja oleh-oleh ini. Letaknya berada di dalam kawasan wisata Tanah Lot, sekitar 50 meter sebelum Pura Luhur Tanah Lot.

Di toko Agung Bali ini tersedia berbagai macam kaos atau T-Shirt dengan harga yang cukup terjangkau. Selain kaos ada juga berbagai macam cemilan khas Bali seperi kacang, salak, dan lain-lain.

4. Krisna

belanja oleh-oleh di bali
Krisna
Krisna merupakan salah satu tempat belanja oleh-oleh terbesar di Pulau Bali. Seperti Joger dan Agung Bali, produk andalan Krisna juga berupa hasil konveksi seperti kaos dan jaket. Krisna sekarang memiliki 3 buah toko yang terletak Jl. Sunset Road, Jl. Nusa Indah dan Jl. Nusa Kambangan.

Selain tempat belanja, Krisna juga dilengkapi dengan food court dan refresh area sehingga membuat para pengunjung betah berlama-lama disini.

5. Pasar Seni Kumbasari

tempat oleh-oleh di bali
Pasar Seni Kumbasari 
Pasar ini terletak di Jalan Gajah Mada Denpasar. Pasar ini juga dekat dengan Pasar Badung yang merupakan pasar tradisional terbesar di Denpasar. Barang-barang yang dijual di Pasar Kumbasari ini antara lain kerajinan perak, batik Bali, lukisan, pernak-pernik khas Bali, dan masih banyak lainnya.

Selain kelima tempat belanja diatas, ada lagi tempat belanja lainnya yang tidak kalah menarik yaitu Ubud dengan hasil lukisan dan seni ukirnya, Batubulan dengan hasil kerajinan seni pahat batunya, dan masih banyak lagi lainnya.

Pantai Nyang Nyang di Badung Bali

Pantai Nyang Nyang di Badung Bali - Pulau seribu pura ini memang memiliki keindahan yang tiada duanya. Mulai dari budaya, sejarah, keramah tamahan warganya, dan juga alamnya mengundang siapa saja untuk berkunjung ke Pulau Dewata ini.
Bali tidak hanya Kuta, Sanur, ataupun Tanah Lot saja. Masih banyak lokasi wisata yang belum terjamah dan belum banyak orang yang tahu. Salah satu objek wisata yang masih perawan tersebut adalah Pantai Nyang Nyang.
Pantai Nyang Nyang terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Hanya berjarak 32 kilometer dari Kota Denpasar dan bisa ditempuh selama 1 jam bila berkendara dari bandara Ngurai Rai.
pantai nyang nyang bali
Pantai Nyang Nyang
Keindahan panorama laut Pantai Nyang Nyang yang masih belum terjamah tentu menjadi oase bagi para pecinta wisata laut. Suasana pantai yang tenang berbanding terbalik dengan keseharian sobat yang seolah berlari dengan kesibukan dan hiruk pikuk kota. Pantai ini akan menjadi penawar jitu, untuk melepaskan diri dari ketegangan.
pantai nyang nyang bali
Pasir Putih
Pantai yang lokasinya dekat dengan Pantai Uluwatu ini menawarkan keindahan berupa pasir pantai yang putih bersih, tebing bebatuan dan ombak yang besar bagi para peselancar. Jadi bagi sobat yang hobi surfing, pantai ini bisa dimasukkan dalam daftar lokasi surfing di Bali. Kondisi pantai ini sangat terjaga kebersihannya, karena memang pantai ini masih sangat alami dan belum banyak orang yang tahu.
Untuk mengunjungi tempat ini memang agak sulit karena lokasinya yang terisolasi dan hanya ditandai dengan papan nama seadanya yang berada di sebelah kiri jalan sebelum pura Uluwatu. Dari jalan raya pengunjung harus menuruni ratusan anak tangga untuk menuju ke pantai ini.

pantai nyang nyang bali
Ombak Besar
Namun perjuangan ke lokasi sepadan dengan keindahan pantai yang begitu sunyi dan tenang. Letaknya yang tersembunyi sangat cocok bagi sobat yang hendak merileks-kan pikiran.
pantai nyang nyang bali
Anak Tangga
Sebenarnya Pantai Nyang Nyang ini awalnya dikenal sebagai wisata kuliner, karena di kawasan tersebut terdapat restoran dengan pemandangan Pantai Nyang Nyang yang berada di bawah restoran tersebut. Namun karena panoramanya yang begitu indah, membuat sebagian wisatawan ingin menikmati pantai ini dari dekat.

Download Smadav Rev 9.3 Pro + Serial Terbaru 2013

    
Smadav merupakan antivirus lokal yang berfungsi untuk proteksi tambahan PC Anda, proteksi total USB Flashdisk, dan pembersihan tuntas virus yang menyebarluas. Anti-virus ini merupakan buatan anak-anak bangsa yang patut kita berikan apresiasi tinggi agar anti-virus ini bisa berkembang dengan baik dan menjadi idola di dunia.
Smadav baru merilis versi terbarunya sekitar tanggal 11 Mei 2013, versi yang beru tersebut ialah Smadav Rev 9.3.  Disetiap versi demi versi Smadav selalu meningkatkan kualitasnya dan berikut ini adalah peningkatan kualitas dari versi pertama sampai versi Smadav Rev 9.3, yaitu:
  •  Smadav 2013 Rev. 9.3 New : Penambahan database 143 virus baru, perubahan metode update dan ketentuan upgrade smadav pro, dsb.
  • Smadav 2013 Rev. 9.2  : Penambahan database 229 virus baru, Support untuk Windows 8 (Smadav dapat digunakan di Windows XP/Vista/7/8), Perubahan tampilan, dll.
  • Smadav 2012 Rev. 9.1 : Penambahan database 552 virus baru, Pembersihan khusus untuk beberapa virus yang menyebarluas di Indonesia saat ini, dll.
  • Smadav 2012 Rev. 9.0 : Penambahan database 860 virus baru, Penyempurnaan metode deteksi heuristik Smadav, dll.
  • Smadav 2012 Rev. 8.9 : Penambahan database 650 virus baru, Penyempurnaan struktur database dan engine Smadav, Penyempurnaan teknik heuristic dan pendeteksian autorun.inf pada auto-scan flashdisk, Start-up RTP yang lebih cepat, dll.
  • Smadav 2011 Rev. 8.8 : Penambahan database 150 virus baru, Penyempurnaan auto-scan flashdisk (lebih akurat dan interaktif), Penyempurnaan fitur-fitur yang sudah ada (scanning registry, 2 setting baru, 1-Virus-By-User, dll.)
  • Smadav 2011 Rev. 8.7 : Penambahan database 100 virus baru, Teknik pendeteksian baru (FFD) : pencegahan total untuk virus dari USB Flashdisk, Fitur bahasa inggris sudah bisa digunakan di Smadav Free, Perubahan struktur settings, dll.
Anda bisa mendapatkan Smadav Rev 9.3 ini bukan Smadav 9Rev .3 Reguler melainkan Smadav Rev 9.3 Pro yang artinya Terindikasi.com memberikan installer Smadav Rev 9.3 berserta serial key. Jadi, Smadav 9.3 Anda full version alias Pro. Bagi yang belum tahu perbedaan antara Smadav Rev 9.3 Free [biasa] dengan Smadav Rev 9.3 Pro [premium], berikut ini adalah perbedaan antara Smadav Rev 9.3 Free [biasa] dengan Smadav Rev 9.3 Pro [premium]
Cara Instal Smadav Rev 9.3 Pro (Premium)
Bagi Anda yang Smadav-nya berwarna hitam itu mengartikan bahwa Smadav Anda telah diblacklist oleh Admin Smadav. Anda tidak diperkenankan untuk menjalankan trik #1. Melainkan menjalankan trik #2.
#1
  1. Download Smadav Rev 9.3 dan juga Smadav Key-nya di Terindikasi.com
  2. Instal Smadav Rev 9.3.exe seperti biasa
  3. Setelah selesai buka Smadav, dan pergi ke Setting
  4. Buka Folder Smadav Key yang sudah Anda download
  5. Masukan username dan password ke dalam form yang telah disediakan di Smadav
  6. Klik Register
  7. Selesai
#2
  1. Disconnect Internet
  2. Exit Smadav RTP (Klik Kanan Tray Icon, lalu Exit)
  3. Jalankan "Run" - ketik : regedit
  4. Buka HKEY_CURRENT_USERS/SOFTWARE/MICROSOFT/NOTEPAD
  5. Hapus : IfPitchAndFamily, IfPitch?ndFamily, IfPitch?ndFamily3 atau yang bertuliskan IfPitchAndFamily
  6. Close Registry Editor 
  7. Jalankan Smadav
  8. Pergi ke "setting" dan masukan key dan name dibawah ini ke form Smadav.
    Name : Terindikasi17
    Key    : 081800843532
  9. Klik Register
  10. Selesai
 Download Link

Pantai Kuta di Denpasar Bali

 
Ketika mendengar kata “Kuta Bali“, semua orang akan tahu dan tertuju pada sebuah pantai yang berada di Bali. Ya, Kuta adalah salah satu pantai yang bersih dan indah di pulau Bali. Terletak di Kecamatan Kuta, Badung. Kuta Bali menjadi tujuan wisata terkenal karena ombaknya yang hampir sempurna untuk tempat berselancar. Pantai Bali ini adalah pelopor pariwisata di pulau Bali. Sebagai ikon pariwisata Indonesia, pantai Kuta Bali menjadi tempat pertemuan bagi wisatawan dari seluruh dunia termasuk wisatawan lokal.
Sebelum menjadi objek wisata, Kuta merupakan sebuah pelabuhan dagang. Di mana produk dari lokal diperdagangkan kepada pembeli dari luar Bali. Pada abad ke-19, Mads Lange, seorang pedagang Denmark, datang ke Bali dan mendirikan basis perdagangan di Kuta. Keahliannya dalam bernegosiasi, membuat Mads Lange sebagai pedagang yang terkenal antara raja-raja Bali dengan Belanda.
Pesona utama dari pantai Kuta adalah wilayahnya yang luas serta pasir putihnya yang bersih. Terletak di sisi barat yang menjadikan pantai ini sebagai tempat yang baik untuk menikmati keindahan matahari saat terbenam. Popularitasnya tidak hanya membuat Pantai Kuta ramai pada waktu tertentu saja, tetapi Kuta penuh sesak hanpir setiap hari selama 24 jam.
Banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan di sore hari di pantai  Kuta, seperti berselancar di pantai Bali, berenang, dan berjemur. Bahkan ada juga yang bermain voli pantai, sepak bola atau hanya duduk bersama teman-teman sembari menikmati pantai dan matahari terbenam yang indah.
Dengan pasir putihnya, pantai Bali ini menawarkan wisata liburan yang menyenangkan penuh dengan sukacita. Tidak hanya di pagi dan sore hari, bahkan di malam hari pun pantai Kuta masih terlihat ramai. Tempat yang tidak pernah sepi, itulah kesan ketika Anda mengunjungi daerah ini. Sebagian besar toko-toko dan hotel di sekitar pantai Kuta tidak pernah sepi dengan pengunjung.
Disamping keindahannya, Pantai Kuta Bali telah menjadi tempat kejuaraan dunia berselancar, karena didukung oleh ombaknya yang bagus. Pantai ini telah mencuri perhatian peselancar di seluruh dunia. Tidak hanya untuk profesional, ada banyak  juga peselancar pemula yang masih belajar untuk menaklukkan ombak pantai kuta.
Setelah lelah dalam beraktifitas berselancar, berjemur, atau hanya menonton matahari terbenam, Anda dapat mencoba untuk berkeliling dengan berjalan kaki di sekitar pantai. Ada banyak toko – toko souvenir dengan berbagai bahan dan bentuk disediakan di pantai Kuta, seperti cincin, anting-anting dan berbagai pernak-pernik termasuk pakaian.
Jadi, ketika Anda berada di Bali, jangan lupa untuk mengunjungi pantai Kuta ini, bukan liburan lengkap jika Anda tidak mengunjungi Kuta Bali. Tidak peduli waktu, siang atau malam, setiap kali Anda memiliki waktu, Kuta akan selalu terbuka untuk Anda.
 

Download IDM Terbaru 6.15 Build 12 + Patch

 
Siapa yang masih belum tahu software yang satu ini.. Ya,,,Internet Download Manager (IDM) adalah Aplikasi Download Manager untuk mempercepat proses download hingga 5 kali lipat. Internet Download Manager mendukung proxy servers, ftp and http protocols, firewalls, redirects, cookies, dan pemrosesan MP3 audio dan MPEG video.

Selain itu, Internet Download Manager juga terintegrasi dengan banyak Web browser, sebagai contoh Microsoft Internet Explorer, AOL, Mozilla Firefox, dan Opera, untuk menangani pengunduhan penggunanya secara otomatis.
Internet download manager free download full version, Pada Internet Download Manager 6.15 Build 9 ini terdapat pembaruan dan penambahan pada solusi untuk perubahan youtube, Ditambahkan fitur untuk menghentikan dan menyimpan siaran live streaming, dan Perbaikan Bugs. Untuk link downloadnya ada di bawah ini.


IDM 6.15 Build 12 Full Vesion : Download Now

IDM 6.15 Build 12 (Mirror) : Download Now

IDM 6.15 Build 12 Patch : Download Now 

Profil Gus Teja

Siapa sih yang gak tau Gus Teja............???
Nama Gus Teja bisa jadi sudah familiar bagi mereka yang kerap menyambangi stasiun televisi DewataTV. Gus Teja merupakan mahasiswa ISI Denpasar Bali. Lagu-lagunya sangat menyentuh di hati.

Gus Teja dengan album Rhythm of Paradise-nya, dikenalkan oleh seorang rekan kantor di unit LPSE Badung, Putu Budayasa, pagi hari disela kegiatan melatih dua belas anggota Gapensi Badung terkait pelaksanaan e-Procurement atau Pelelangan online di lingkungan Pemkab Badung. Galung, demikian nama panggilan pak Putu, Bapak tiga anak ini meminta saya untuk mencarikan album Rhythm of Paradise-nya Gus Teja di media Sharing 4Shared karena sepanjang pengetahuannya, salah satu tembang yang kerap ditayangkan di layar stasiun televisi DewataTV, Morning Happiness sangat inspiratif dan menyejukkan untuk mengantar tidur anak-anaknya.
Delapan track dari album tersebut dalam waktu tiga puluh menit berhasil saya dapatkan dan langsung diperdengarkan. Alunan sulingnya benar-benar menentramkan hati. Pun dengan petikan gitar yang jernih, lantunan gambelan dan tepukan perkusi. Sempat mengingatkan saya pada band Animo yang awal tahun 2008 lalu sempat tampil dalam Launching komunitas kami Bali Blogger Community.

Musik Bali Etnik karya Gus Teja membuat saya penasaran. Seperti biasa, untuk makin meyakinkan nafas sayapun berburu video musik yang bersangkutan melalui portal Video YouTube. Hasilnya Morning Happiness pun dapat saya nikmati dalam sebuah tampilan gambar yang jernih dan sangat indah. Mungkin inilah potret tembang Bali yang saya harapkan dapat terus dikembangkan, tidak hanya ber-Beli Adi, iluh jegeg ayu, tresna kanti mati.
Agus Teja, musisi muda dari Junjungan Ubud Bali ini sempat pula mengingatkan saya pada karya gitaris ternama Bali Wayan Balawan, yang dahulu pernah pula melahirkan beberapa tembang bersama Bali Ethnic Fusion-nya. Aransemen menarik dipadu dengan nuansa Bali yang kini telah dikenal diseluruh negeri.
Tidak banyak informasi yang saya temukan di dunia maya terkait musisi satu ini. Kabarnya yang bersangkutan bisa ditemukan di jejaring sosial pertemanan FaceBook ataupun Twitter. Namun baik tembang Morning Happiness ataupun album Rhythm of Paradise milik Gus Teja ini benar-benar bisa menginsirasi pikiran saya hari ini. (sumber)

Hari Raya Nyepi

    

        Nyepi adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka.
   
Pengertian Nyepi
      Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit.
Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung/macrocosmos (alam semesta). Sebelum Hari Raya Nyepi, terdapat beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu, khususnya di daerah Bali.
  
Melasti, Tawur (Pecaruan), dan Pengrupukan
    Tiga atau dua hari sebelum Nyepi, umat Hindu melakukan Penyucian dengan melakukan upacara Melasti atau disebut juga Melis/Mekiyis. Pada hari tersebut, segala sarana persembahyangan yang ada di Pura (tempat suci) diarak ke pantai atau danau, karena laut atau danau adalah sumber air suci (tirta amerta) dan bisa menyucikan segala leteh (kotor) di dalam diri manusia dan alam.
Sehari sebelum Nyepi, yaitu pada "tilem sasih kesanga" (bulan mati yang ke-9), umat Hindu melaksanakan upacara Buta Yadnya di segala tingkatan masyarakat, mulai dari masing-masing keluarga, banjar, desa, kecamatan, dan seterusnya, dengan mengambil salah satu dari jenis-jenis caru (semacam sesajian) menurut kemampuannya. Buta Yadnya itu masing-masing bernama Pañca Sata (kecil), Pañca Sanak (sedang), dan Tawur Agung (besar). Tawur atau pecaruan sendiri merupakan penyucian/pemarisuda Buta Kala, dan segala leteh (kekotoran) diharapkan sirna semuanya. Caru yang dilaksanakan di rumah masing-masing terdiri dari nasi manca (lima) warna berjumlah 9 tanding/paket beserta lauk pauknya, seperti ayam brumbun (berwarna-warni) disertai tetabuhan arak/tuak. Buta Yadnya ini ditujukan kepada Sang Buta Raja, Buta Kala dan Batara Kala, dengan memohon supaya mereka tidak mengganggu umat.
Mecaru diikuti oleh upacara pengerupukan, yaitu menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh. Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Buta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar. Khusus di Bali, pengrupukan biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Buta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya sama yaitu mengusir Buta Kala dari lingkungan sekitar. 
 
Puncak acara Nyepi
    Keesokan harinya, yaitu pada pinanggal pisan, sasih Kedasa (tanggal 1, bulan ke-10), tibalah Hari Raya Nyepi sesungguhnya. Pada hari ini suasana seperti mati. Tidak ada kesibukan aktivitas seperti biasa. Pada hari ini umat Hindu melaksanakan "Catur Brata" Penyepian yang terdiri dari amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Serta bagi yang mampu juga melaksanakan tapa, brata, yoga, dan semadhi.
Demikianlah untuk masa baru, benar-benar dimulai dengan suatu halaman baru yang putih bersih. Untuk memulai hidup dalam tahun baru Caka pun, dasar ini dipergunakan, sehingga semua yang kita lakukan berawal dari tidak ada,suci dan bersih. Tiap orang berilmu (sang wruhing tattwa jñana) melaksanakan brata (pengekangan hawa nafsu), yoga (menghubungkan jiwa dengan paramatma (Tuhan)), tapa (latihan ketahanan menderita), dan samadi (manunggal kepada Tuhan, yang tujuan akhirnya adalah kesucian lahir batin).
Semua itu menjadi keharusan bagi umat Hindu agar memiliki kesiapan batin untuk menghadapi setiap tantangan kehidupan di tahun yang baru.
  Ngembak Geni (Ngembak Api)
     Rangkaian terakhir dari perayaan Tahun Baru Saka adalah hari Ngembak Geni yang jatuh pada "pinanggal ping kalih" (tanggal 2) sasih kedasa (bulan X). Pada hari ini Tahun Baru Saka tersebut memasuki hari ke dua. Umat Hindu melakukan Dharma Shanti dengan keluarga besar dan tetangga, mengucap syukur dan saling maaf memaafkan (ksama) satu sama lain, untuk memulai lembaran tahun baru yang bersih. Inti Dharma Santi adalah filsafat Tattwamasi yang memandang bahwa semua manusia di seluruh penjuru bumi sebagai ciptaan Ida Sanghyang Widhi Wasa hendaknya saling menyayangi satu dengan yang lain, memaafkan segala kesalahan dan kekeliruan. Hidup di dalam kerukunan dan damai.




Pura Taman Ayun Mengwi Denpasar Bali

 
Pura Taman Ayun adalah Pura Kerajaan Mengwi yang  terletak di Mengwi Desa, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung dan sekitar 18 Km sebelah utara kota Denpasar. Ini adalah tempat indah untuk dikunjungi pada liburan Anda di Bali.  Pura Taman Ayun merupakan salah satu Pura Hindu di Bali menjadi tujuan wisata yang telah dikunjungi oleh banyak wisatawan dari lokal dan asing. Pura ini biasanya dikunjungi oleh wisatawan setelah mengujungi  Pura Tanah Lot karena masih dalam satu rute.
Fungsi Pura Taman Ayun adalah tempat untuk berdoa dalam manifestasi dewa mereka. Hal ini sesuai dengan isi Babad Mengwi dan keberadaan struktur bangunan candi, terutama candi yang terletak di daerah ketiga (Jeroan). Menurut Astadewata, Tuhan khusus dipuja di Pura Taman Ayun adalah Tuhan dalam manifestasinya sebagai Tuhan Wisnu yang istananya terletak di puncak gunung Mangu. Pura ini adalah Pura Paibon atau Pura untuk memuja Leluhur dari Prati Sentana / ahli waris dari Kerajaan Mengwi.
Pura ini sempat hancur karena Gempa Bumi hebat yang terjadi pada 1917 . Perbaikan secara besar-besaran dilaksanakan tahun 1937, dan Pada tahun 1949 dilaksanakan perbaikan terhadap kori agung, gapura bentar, dan pembuatan wantilan yang besar. Candi bentar dan tugu yang tingginya mencapai 16 meter di halaman bagian dalam pura tersebut dibangun sesuai arsitektur Jawa, sedangkan tugu candi yang kecilberupa tempat duduk dari batu berjumlah 64 buah merupakan tugu leluhur jaman megalitikum untuk mengenang para ksatria yang gugur dalam medan perang.
Pura Taman ayun mempunyai luas 100 x 250 m2, terbagi menjadi, pelataran luar dan pelataran dalam. Pelataran Luar terdapat disisi luar kolam, pelataran Dalam di bagi tiga, yang pertama adalah pelataran dalam pertama adalah tempat untuk istirahat sambil menikmati keindahan pura, yang kedua adalah pelataran dalam kedua tempatnya lebih tinggi dari pelataran dalam yang pertama, disini terdapat 9 relief penjaga setiap penjuru mata angin atau menurut kepercayaan Hindu Bali dikenal sebagai Dewata Nawa Sanga, yang ketiga yaitu Pelataran Dalam ketiga, letaknya paling tinggi, pintu Gelung dengan posisi di tengah akan dibuka hanya pada saat upacara sebagai tempat keluar masuknya arca dan peralatan upacara lainnya. Sedangkan dua pintu lagi yang di kiri dan di kanan berfunsi untuk aktivitas keluar masuk kegiatan sehari hari., di sini tempat yang paling utama dan suci, terdapat beberapa candi dan meru yang merupakan tempat pemujaan.

Pura Lempuyang Luhur di Karangasem

 
Pura Hindu di Bali merupakan manifestasi dari penyembahan terhadap para dewa-dewi yang dipercaya bisa mendatangkan hal positif bagi manusia. Peran dan fungsi sebuah pura di Bali menjadi berganda, yakni sebagai tempat untuk memuja, bersembahyang sekaligus juga sebagai tempat berwisata. Salah satunya yakni Pura Lempuyang yang berada di belahan timur Pulau Bali.

Tiga Mandala

Pura Lempuyang merupakan pura yang paling tua di Bali. Dalam konsepsi Dewata Nawa Sanga atau Sembilan Dewa penguasa sembilan mata angin, pura ini merupakan Sthana Dewa Iswara. Pura Lempuyang sendiri terbagi dalam tiga mandala yaitu Lempuyang Sor, Lempuyang Madya dan Lempuyang Luhur. Berdasarkan lontar Markandeya Purana, Pura Lempuyang didirikan oleh Rsi Markandeya sekitar abad ke-8 M. Pada saat itu Rsi Markandeya membuat sebuah pesantrian untuk keperluan persembahyangan sekaligus membabarkan ajaran Hindu.

Pesantrian tersebut diperkirakan berada pada lokasi Pura Lempuyang Madya saat ini, di mana di sini beliau dikenal sebagai Bhatara Gnijaya.
Aspek kesejarahan pura ini menjadi sukar diungkap karena data-data yang kuat sukar untuk ditemukan. Namun sejauh ini ada dua hal yang penting menyangkut Pura Lempuyang ini yakni Gunung Lempuyang dan Sang Hyang Gnijaya. Arti kata “Lempuyang” sendiri dalam terminologi Jawa berarti Gunung Gamongan. Dalam sebuah sumber disebutkan bahwa Pura Lempuyang merupakan salah satu dari tiga pura besar selain Besakih dan Pura Ulun Danu Batur.

Pantangan

Untuk memasuki pura ini ada sejumlah pantangan yang tak boleh dilanggar  karena akan berakibat buruk atau fatal. Pantangan yang dimaksud adalah menghindarkan dari perkataan buruk sebagai laiknya akan mendatangi tempat suci dan disucikan. Demikian juga pengunjung pura ini harus membersihkan segenap hatinya.

Lokasi

Pura Lempuyang Luhur terletak di Bukit Gamongan, pada puncak puncak bukit Bisbis atau Gunung Kembar di desa Purahayu, kecamatan Abang, kabupaten Karangasem. Jaraknya dari kota AmlaPura lebih kurang 22 km, arah keutara melalui Tirtagangga menuju desa Ngis di kecamatan Abang kemudian membelok ketimur langsung ke desa Purahayu. Kendaraan bermotor maupun dengan sepeda hanya bisa sampai di desa Ngis, kemudian berjalan kaki menuju desa Purahayu dan selanjutnya berjalan diatas bukit menuju Pura yang berada di puncak bukit Bisbis. Perjalanan yang memakan waktu lebih kurang 3 jam itu cukup berat dan memayahkan, karena kadang-kadang menemui jalan yang sempit dan berjurang terjal, serta meanjak terus. Namun kepayahan itu dapat diimbali dengan indahnya panorama yang dapat dinikmati dari atas bukit selama pendakian itu. Lebih-lebih dari puncak Lempuyang pemandangan ke arah utara sangat indah, kelihatan pantai Amed dan desa Culik, ke Timur Gunung Seraya, ke Selatan kota AmlaPura, Candi Dasa, Padangbai dengan lautnya yang membiru dan ke Barat kelihatan desa-desa yang berada di bawah seperti Desa Ngis, Basang alas, Megatiga serta Gunung Agung yang nampak indah. Pura Lempuyang Luhur termasuk Pura Sad Kahyangan di Bali (Menurut Lontar Widisastra) yang juga merupakan kahyangan jagat yang termasuk salah satu dari “Pura-Pura” delapan penjuru angin di Pulau Bali.


Sejarah

Sangat Sulit untuk mengungkapkan sejarah Pura Lempuyang Luhur yang terletak di Bukit Gamongan Karangasem itu secara jelas, oleh karena data-data yang kuat sukar di dapatkan. Kesulitan lain lagi ialah sampai kini belum dijumpai “Purana” tentang Pura itu yang diharapkan dapat memberikan keterangan secara jelas. Sementara itu baru diperoleh data-data mengenai Pura Lempuyang Luhur yang sifatnya tidak langsung, ialah keterangan dalam prasasti Sading C type :Tinulad” dan keterangan yang terdapat dalam lontar Kutarakandha Dewa Purana Bangsul.

1. Prasasti Sading C

Naskah turunan prasasti Sading C yang disimpan di Geria Mandhara Munggu, yang isinya menyebutkan sebagai berikut ” Pada tahun 1072 Caka (1150) bulan ke-9 hari tanggal 12 bulan paroh terang, wuku julungpujut, ketika hari itu beliau  Paduka Çri Maharaja Jayaçakti, merapatkan seluruh pemimpin perang. Karena beliau akan pergi ke bali karena disuruh oleh ayahnya yaitu Sang Hyang Guru yang bertujuan untuk membuat Pura (dharma) disana di Gunung Lempuyang, terutama sebagai penyelamat bumi bali, diikuti oleh pendeta Çiwa dan Budha serta mentri besar. Beliau juga disebut Maharaja Bima, yaitu Çri Bayu atau Çri Jaya atau Çri Gnijayaçakti.”

2. Prasasti Kutarakanda DewaPurana Bangsul

Didalam Lontar Kutarakanda DewaPurana Bangsul lembar ke 3-5 koleksi Ida Pedande Gde Pemaron di Gria Mandhara Munggu Badung ada di singgung mengenai Lempuyang yang kutipannya kira-kira sebagai berikut ” Demikianlah perkataan Sang Hyang Parameçwara kepada putra beliau para dewa sekalian, terutama sekali Sang Hyang Gnijayaçakti wahai anaknda, anda-anda para dewa sekalian, dengarkanlah perkataanku kepdada anda sekalian, hendaknya anda turun (datang) ke Pulau Bali menjaga pulau Bali, seraya anda menjadi dewa disana”

Dari kedua sumber tersebut diatas ada dua hal yang penting dapat diambil yaitu : Gunung Lempuyang dan Sang Hyang Gnijaya. Di dalam bahsa Jawa kata Lempuyang berarti “Gamongan” gunung Lempuyang berarti gunung gamongan atau bukit gamongan sebagaimana disebutkan dalam lontar Kusuma Dewa dan sampai sekarang masyarakat sekitar tempat itu menyebutkan bahwa Pura Lempuyang terletak di Bukit Gamongan disebelah timur kota Amlapura.